Bagaimana Kondisi Masjid Pedesaan di Nusantara? Yuk Intip Kabarnya!

Bagaimana Kondisi Masjid Pedesaan di Nusantara? Yuk Intip Kabarnya!

Setiap kota di Indonesia pasti memiliki bangunan masjid yang indah dan nyaman digunakan. Para jamaah pun dapat merasakan kenikmatan ketika melakukan ibadah berkat masjid yang nyaman. Namun, banyak yang belum tahu bahwa di beberapa daerah pelosok banyak masjid pedesaan yang tidak nyaman digunakan, bahkan ada pula yang tidak memiliki masjid.

Kondisi Beberapa Masjid di Pelosok Desa

1. Masjid Pertama di Dusun Pariangan, Sulawesi Barat

Mengutip dari masjidpedesaan.or.id, Dusun Pariangan, Desa Bussui, Polewali Mandar, Sulawesi Barat tidak memiliki bangunan masjid sendiri. Hal ini disebabkan oleh kurangnya dana untuk membangun sebuah masjid, padahal warga setempat sudah memiliki tanah wakaf dengan luas kurang lebih 100 meter persegi.

Sementara itu, penggalangan dana yang kerap dilakukan oleh warga belum bisa mencukupi pembangunan. Alhasil, warga yang ingin melakukan salat berjamaah di masjid harus menempuh jarak sekitar 2 kilometer agar bisa mencapai masjid di desa lain. Akhirnya pada tahun 2019 dibangunlan masjid ukuran 6 x 7,2 meter di atas tanah wakaf tersebut.

Pembangunan ini tidak lepas dari dukungan para donatur masjid pedesaan yang menyumbangkan sedikit hartanya untuk mewujudkan impian warga Dusun Pariangan. Kini, masjid tersebut sudah dapat digunakan salat warga setempat dan tidak perlu jalan jauh ke masjid di desa lain.

2. Masjid Mualaf di Kecamatan Balla, Sulawesi Barat

Islam adalah agama minoritas di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa. Warga muslim yang mendiami Kabupaten Mamasa hanya 12,86 persen dan sisanya adalah Kristen Protestan. Penduduk muslim di Kecamatan Balla sendiri terdiri dari 70 KK yang selama ini mengalami kesulitan untuk salat secara berjamaah.

Hal ini disebabkan oleh tidak adanya bangunan masjid atau musala di daerah tersebut. Terlebih ketika waktu salat Jumat dan salat Tarawih saat bulan Ramadhan. Sementara itu. Masjid terdekat harus ditempuh sejauh 10 kilometer dan terletak di perkotaan. Tidak adanya masjid pedesaan membuat para warga muslim di sini sulit untuk beribadah secara berjamaah.

Padahal para warga sudah melakukan pengumpulan dana selama 2 tahun untuk membangun masjid, hanya saja tidak terselesaikan. Pada tahun 2019 melalui donasi yang digalang oleh masjidpedesaan.or.id, dibangunlah sebuah masjid untuk bisa digunakan warna muslim di Kecamatan Balla.

3. Masjid Impian Pesantren di Pelosok Banten

Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus merupakan sebuah pesantren yang ditujukan untuk anak-anak yatim dan terletak di pelosok Banten. Sejak pertama kali berdiri, pesantren ini tidak memiliki masjid mandiri, sehingga untuk setiap kegiatan pesantren harus menumpang ke masjid warga. Padahal untuk memperlancar proses pengajaran dibutuhkan masjid yang dapat digunakan para santri.

Tidak hanya masjid, kondisi tempat tinggal para santri juga apa adanya. Mereka tidur di sebuah rumah kecil yang terbuat dari bambu. Selain itu, kondisi kamar mandi yang digunakan pun tidak memadai. Banyak bagian yang rusak dan airnya mengandalkan dari air pegunungan. Sementara itu, pihak pesantren hanya menarik biaya sebesar 50 ribu hingga 100 ribu per bulannya.

Bahkan ada pula santri yang tidak membayar sama sekali karena yatim piatu dan tidak mampu. Pada akhir 2019, Yayasan Masjid Pedesaan melakukan penggalangan dana untuk membangun masjid impian Pesantren Al-Anwariyah Al-Idrus guna mendukung kegiatan rutin pesantren.

Beberapa masjid di atas adalah cuplikan dari kondisi masjid di pelosok desa. Banyak daerah yang kesulitan untuk melakukan kegiatan keagamaan karena tidak adanya bangunan masjid atau musala yang dapat digunakan. Donasi yang anda berikan sangat berharga untuk saudara sebangsa di sana.

0 komentar:

Posting Komentar